Dapatkan banyak ilmu pengetahuan, tips dan trik, materi pembelajaran, berita terbaru, serta artikel menarik lainnya disini.

Breaking

Saturday, May 5, 2018

Semua Tentang Protista (Kelas X Biologi)


      Protista dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu protista yang mirip hewan mampu bergerak secara aktif, protista yang mirip tumbuhan mampu berfotosintesis, sedangkan protista yang menyerupai jamur memiliki siklus hidup dengan fase muda bersifat seperti amoeba dan reproduksinya mirip jamur.

A. Protista Mirip Hewan (protozoa)


       Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).

       Protozoa merupakan organisme bersel satu, bersifat eukariotik (memiliki membran inti). Protozoa hidup soliter atau berkoloni ditempat berair yang kaya akan senyawa organik bersifat heterotrof. Protozoa berkembang dengan konjugasi dan membelah diri. Anggota protozoa dapat bergerak karena memiliki alat gerak. berdasarkan alat gerak, protozoa dibedakan menjadi empat kelas.

1. Ciliata

       Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan tetap, dan oval. Contoh cilliata adalah Paramecium sp. Berikut adalah ciri-ciri ciliata:

  • Alat gerak berupa silia (bulu getar)
  • Memiliki dua inti sel (makronukleus dan mikronukleus)
  • Reproduksi aseksual dengan pembelahan biner
  • Reproduksi seksual dengan konjugasi
  • Memiliki trikokis
  • Bersifat heterotrof

2. Flagellata

       Flagellata adalah protozoa yang menggunakan bulu cambuk (flagelum) sebagai alat geraknya. Umumnya flagellata memiliki dua flagelum yaitu di depan dan di belakang. Contoh flagellata adalah Trypanosoma gambiense. Berikut adalah ciri-ciri flagellata:

  • Alat gerak berupa flagelum (bulu cambuk)
  • Reproduksi aseksual dengan pembelahan biner
  • Hidup di air, bersimbiosis, atau menjadi parasit di dalam tubuh hewan

3. Sporozoa

       Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Contoh sporozoa adalah Plasmodium sp. Berikut adalah ciri-ciri sporozoa:

  • Tidak memiliki alat gerak
  • Pembelahan ganda
  • Tidak memiliki vakuola kontraktil
  • Memiliki daur hidup kompleks
  • Dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual
  • Memiliki spora

4. Rhizopoda

       Rhizopoda adalah protozoa yang menggunakan kaki semu (pseudopodia) sebagai alat geraknya. Kaki semu tersebut berasal dari sitoplasma yang menjulur. Pseudopodia juga berfungsi untuk memangsa makanan. Beberapa jenis rhizopoda memiliki cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat dan silika. Contoh rhizopoda adalah Amoeba. Berikut adalah ciri-ciri rhizopoda:

  • Alat gerak pseudopodia (kaki semu)
  • Pembelahan biner
  • Bentuk sel tidak tetap
  • Bersifat heterotrof
  • Dapat berubah menjadi kista saat kondisi lingkungan tidak memadai sehingga tidak aktif dan dapat aktif kembali

B. Protista Mirip Tumbuhan

1. Alga atau Ganggang

       Protista yang mirip tumbuhan beranggotakan semua jenis alga kecuali alga hijau-biru (Vyanophyta atau Cyanobacteria.)

       Protista mirip tumbuhan atau alga merupakan organisme uniseluler atau multiseluler yang bersifat eukariotik. Alga bersfiat fotoautotrof yang mampu mlakukan fotosintesis karena mengandung kloroplas. Selain kloroplas, alga memiliki pigmen warna, seperti sentofil berwarna keemasan, fukosantin warna coklat, fukosantin warna biru, dan fikoeritrin warna merah. 
       Hidup secara soliter atau koloni, pada umumnya hidup di perairan baik air tawar maupun air laut. Reproduksi vegetatif dengan pembelahan biner, fragmentasi, dan pembentukan spora, sedangkan reproduksi secara generatif dengan konnjugasi, anisogami, isogami, dan oogami.

       Berdasarkan pigmen dominannya, alga dibedakan menjadi empat macam.

A. Chlorophyta (alga hijau) merupakan alga atau ganggang dengan pigmen dominannya adalah klorofil, contohnya Clamydomonas, Chlorella, Spirogyra, dan Ulva.

B. Phaeophyta (alga coklat) merupakan alga atau ganggang dengan pigmen dominannya adalah fukosantin, contohnya Surgassum laminaria, Turbinaria, dan fucus vesiculosus.

C. Chrysophyta (alga keemasan) merupakan alga atau ganggang dengan pigmen dominannya adalah karoten, contohnya Navicula, Pinnulatia, dan Ochromonas.

D. Rhodophyta (alga merah) merupakan alga atau ganggang dengan pigmen dominannya adalah fikoeritin, contohnya Glasillaria verucosa, Eucheuma spinosum, dan Gelidium robustum.

2. Dinoflagellate

       DInoflagellata merupakan protista fotosintetik yang mimiliki flagela. Dinoflagellata memiliki pigmen xantofil, umumnya hidup di air tawar, contohnya Noctiluca.

3. Euglenophyta

        Euglenophyta merupakan protista menyerupai tumbuhan dan hewan karena bersifat fotoautotrof dan dapat bergerak aktif dengan flagela. Euglenophyta memiliki bintik mata yang di sebut stigma. Euglenophyta hidup di tempat yang lembap, contohnya euglena viridis.

C. Protista Mirip Jamur

       Jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota) merupakan dua filum yang dikelompokkan dalam protista mirip jamur karena siklus hidupnya memiliki dua fase, yaitu fase plasmodium (generatif) yang mirip reproduksi fungi dan fase amoeboid (vegetatif) yang dapat bergerak menyerupai amoeba.

       Protista mirip jamur dibedakan menjadi dua, yaitu Oomycota dan Myxomycota.

A. Oomycota, Jamur air memiliki struktur tubuh seperti benang atau hifa bersekat, bercabang-cabang, dan mengandung banyak inti (senositik). Dinding selnya tersusun atas selulosa. Habitatnya di darat maupun di air, baik sebagai saprofit atau parasit. Memperoleh makanan dengan cara memasukkan hifa ke dalam jaringan inangnya kemudian melepaskan enzim pencernaan dan menghisap larutan hasil pencernaan tersebut.

B. Myxomycota, Jamur lendir tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof saprofit dengan cara fagositosis (menelan partikel makanan). Umumnya berpigmen terang, kuning, atau oranye. Habitatnya di hutam basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, sampah basah, dan kayu lapuk. Jamur lendir ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat. Contoh: Fuligo varians dan Aethalium septicum.

No comments:

Post a Comment